LIBURAN DIPULAU PENYENGAT
Membahas
tentang tempat wisata paling berkesan atau favorit? Kalau ditanya seperti itu,
jawaban saya objek wisata "Pulau Penyengat". Ada yang tahu tempat
wisata seperti apa sih... Pulau Penyengat itu? Oke, setelah saya searching di
om Google dapat referensinya biar lebih detail tentang obyek wisata satu ini.
"Pulau Penyengat" merupakan sebuah pulau kecil yang berjarak kurang
lebih 3 km dari Kota Tanjung Pinang, pusat pemerintahan Provinsi Kepulauan
Riau. Pulau ini berukuran kurang lebih 2.500 meter x 750 meter, dan berjarak
lebih kurang 35 km dari Pulau Batam.
Sedikit
sejarah mengenai, asal mula nama "Penyengat" yang dipakai pada nama
pulau ini. Siapa sangka, Pulau Penyengat yang amat bersahaja, dulu (sekitar
tahun 1900) merupakan pusat pemerintahan. Selain istana sebagai tempat tinggal
raja, pulau ini juga memiliki mahkamah, rumah sakit, dan sarana transportasi
yang memadai. Konon, posisi pulau ini menjadi sangat penting ketika berkobar
perang Riau pada akhir abad ke-18. Kala itu, Raja Haji Fisabilillah menjadikan
Pulau Penyengat sebagai wilayah pertahanan utama.
Lalu,
mengapa pulau ini memiliki nama yang lumayan unik "Penyengat"?
Menurut cerita yang berkembang di kalangan masyarakat setempat, nama pulau ini
diambil dari nama hewan lebah atau penyengat. Alkisah, dahulu kala ada seorang
saudagar yang hendak singgah di pulau ini untuk mengambil air. Maklum, pulau
ini dikenal sebagai lumbung air tawar. Namun, begitu menginjakkan kaki di pulau
ini, ia diserang ribuan lebah yang bersembunyi di pepohonan.
Agaknya
, dari sinilah nama"Penyengat" itu berasal.
Salah
satu objek yang bisa kita lihat di pulau ini adalah Masjid Raya Sultan Riau,
makam-makam para raja, makam dari pahlawan nasional Raja Haji, kompleks Istana
kantor dan benteng pertahanan di Bukit kursi. Yang menjadi landmark dari pulau
ini adalah Masjid Raya Sultan Riau. Masjid ini berukuran 18 x 19,8 meter.
Berdiri diatas lahan seluas sekitar 55 x 33 meter . Keseluruhan bangunan
masjid berwarna kuning. Menurut cerita masyarakat, Sultan memerintahkan
menggunakan putih telur untuk memperkuat dinding masjid. Sementara untuk warna
menggunakan kuning telur. Tentu berton-ton telur digunakan untuk mengecat
masjid ini agar tampak mencolok . Tapi kalau sekarang warna masjid yang
berwarna kuning sudah menggunakan pelapis cat.
![]() |
| Masjid Raya Sultan Riau |
Pada
bangunan masjid ini terdapat empat menara yang menghias kubahnya yang berbentuk
seperti bawang. Ada dua bangunan kembar dikiri dan kanan depan masjid.
Sementara di bagian belakang terdapat sejumlah makam keluarga Sultan. Pesona
bangunan masjid ini juga terlihat dari kubah-kubahnya yang berjumlah 17 buah
yang merepresentasikan jumlah rakaat shalat 5 waktu. Masuk ke dalam masjid kita
dapat melihat koleksi perpustakaan Raja Muhammad Yusuf al Ahmadi, yang Dipertuan
Muda Riau X, mimbar khotib yang khas serta kitab-kitab kuno dan kitab suci
Al-Quran bertulis tangan.
Dibagian
atas pulau juga ada tempat bekas berperang disana ada lubang – lubang yang
dibuat sebagai benteng ada juga beberapa meriam.
![]() |
| Meriam Bagian Atas pulau |
Dan
dibagian belakang pulau ada balai adat yang dimana dibagian bawahnya ada sumber mata air tawar
yang dimitoskan bisa buat awet muda katanya si, kalau mau coba airnya biasa
dikenakan tarif sebesar 2.000,-/sepuasnya.
| Balai Adat |
Inikan
baru beberapa tempat di Pulau Penyengat bagaimana ke tempat objek wisata
lainnya? Tenang, tidak usah khawatir disini disediakan alat transportasi. Sewa
motor penduduk sekitar bisa juga
menggunakan "Bentor" sebutan untuk kendaraan Becak Bermotor kedua transportasi ini saja yang dapat mengelilingi
pulau ini . Mengingat Pulau
Penyengat
ukuran pulaunya kecil.
Berwisata ke Pulau Penyengat tidak perlu biaya yang mahal kok... Kebetulan, liburan tahun lalu saya ke objek wisata yang satu ini. Ceritanya liburan ke rumah saudara yang di “ Tanjung Pinang ”, Dengan rute perjalanan dari Batam ke Kota Tanjung Pinang dengan memakai speed boat kurang lebih lebih 1 jam perjalanan dengan tarif 55.000,-/orang. Kebetulan saya disana menginap di hotel dekat dermaga penyeberangan Pulau Penyengat dengan harga 100.000,-/malam. Untuk ke sampai ke Pulau Penyengat memakai perahu pongpong dengan ongkos 10.000,-/orang pulang-pergi. Sampai di Pulau Penyengat, berjejer kios atau warung yang menjajakan dagangannya oleh-oleh khas Pulau Penyengat. Dan untuk menikmati obyek wisata secara keseluruhan di pulau ini pakai saja jasa becak motor yang siap mengantar anda keliling pulau dengan tarif 20.000.-/bentor yang muat 2 penumpang kalau tidak sewa motor penduduk situ juga bisa
Berwisata ke Pulau Penyengat tidak perlu biaya yang mahal kok... Kebetulan, liburan tahun lalu saya ke objek wisata yang satu ini. Ceritanya liburan ke rumah saudara yang di “ Tanjung Pinang ”, Dengan rute perjalanan dari Batam ke Kota Tanjung Pinang dengan memakai speed boat kurang lebih lebih 1 jam perjalanan dengan tarif 55.000,-/orang. Kebetulan saya disana menginap di hotel dekat dermaga penyeberangan Pulau Penyengat dengan harga 100.000,-/malam. Untuk ke sampai ke Pulau Penyengat memakai perahu pongpong dengan ongkos 10.000,-/orang pulang-pergi. Sampai di Pulau Penyengat, berjejer kios atau warung yang menjajakan dagangannya oleh-oleh khas Pulau Penyengat. Dan untuk menikmati obyek wisata secara keseluruhan di pulau ini pakai saja jasa becak motor yang siap mengantar anda keliling pulau dengan tarif 20.000.-/bentor yang muat 2 penumpang kalau tidak sewa motor penduduk situ juga bisa
![]() |
| Becak Motor |
Oke, cukup kali ya... cerita dikit tentang objek wisata Pulau Penyengat. Tidak
hanya berwisata biasa tapi luar biasa dan kita disana dapat pengetahuan baru
tentang sejarah pulau ini. Bahkan, Pulau Penyengat dan Komplek istana di Pulau
Penyengat telah di calonkan ke UNESCO untuk di jadikan salah satu Situs
Warisan Dunia.
Bangga ngak tuh... objek wisata dalam negeri masuk dalam Situs Warisan Dunia .
Sedikit oleh-oleh dari Pulau Penyengat...
Bangga ngak tuh... objek wisata dalam negeri masuk dalam Situs Warisan Dunia .
Sedikit oleh-oleh dari Pulau Penyengat...


