Selasa, 27 September 2016


LIBURAN DIPULAU PENYENGAT


Membahas tentang tempat wisata paling berkesan atau favorit? Kalau ditanya seperti itu, jawaban saya objek wisata "Pulau Penyengat". Ada yang tahu tempat wisata seperti apa sih... Pulau Penyengat itu? Oke, setelah saya searching di om Google dapat referensinya biar lebih detail tentang obyek wisata satu ini. "Pulau Penyengat" merupakan sebuah pulau kecil yang berjarak kurang lebih 3 km dari Kota Tanjung Pinang, pusat pemerintahan Provinsi Kepulauan Riau. Pulau ini berukuran kurang lebih 2.500 meter x 750 meter, dan berjarak lebih kurang 35 km dari Pulau Batam. 

Sedikit sejarah mengenai, asal mula nama "Penyengat" yang dipakai pada nama pulau ini. Siapa sangka, Pulau Penyengat yang amat bersahaja, dulu (sekitar tahun 1900) merupakan pusat pemerintahan. Selain istana sebagai tempat tinggal raja, pulau ini juga memiliki mahkamah, rumah sakit, dan sarana transportasi yang memadai. Konon, posisi pulau ini menjadi sangat penting ketika berkobar perang Riau pada akhir abad ke-18. Kala itu, Raja Haji Fisabilillah menjadikan Pulau Penyengat sebagai wilayah pertahanan utama.

Lalu, mengapa pulau ini memiliki nama yang lumayan unik "Penyengat"? Menurut cerita yang berkembang di kalangan masyarakat setempat, nama pulau ini diambil dari nama hewan lebah atau penyengat. Alkisah, dahulu kala ada seorang saudagar yang hendak singgah di pulau ini untuk mengambil air. Maklum, pulau ini dikenal sebagai lumbung air tawar. Namun, begitu menginjakkan kaki di pulau ini, ia diserang ribuan lebah yang bersembunyi di pepohonan.
Agaknya , dari sinilah nama"Penyengat" itu berasal.

Salah satu objek yang bisa kita lihat di pulau ini adalah Masjid Raya Sultan Riau, makam-makam para raja, makam dari pahlawan nasional Raja Haji, kompleks Istana kantor dan benteng pertahanan di Bukit kursi. Yang menjadi landmark dari pulau ini adalah Masjid Raya Sultan Riau. Masjid ini berukuran 18 x 19,8 meter.  Berdiri diatas lahan seluas sekitar 55 x 33 meter . Keseluruhan bangunan masjid berwarna kuning. Menurut cerita masyarakat, Sultan memerintahkan menggunakan putih telur untuk memperkuat dinding masjid. Sementara untuk warna menggunakan kuning telur. Tentu berton-ton telur digunakan untuk mengecat masjid ini agar tampak mencolok . Tapi kalau sekarang warna masjid yang berwarna kuning sudah menggunakan pelapis cat.

Masjid Raya Sultan Riau

Pada bangunan masjid ini terdapat empat menara yang menghias kubahnya yang berbentuk seperti bawang. Ada dua bangunan kembar dikiri dan kanan depan masjid. Sementara di bagian belakang terdapat sejumlah makam keluarga Sultan. Pesona bangunan masjid ini juga terlihat dari kubah-kubahnya yang berjumlah 17 buah yang merepresentasikan jumlah rakaat shalat 5 waktu. Masuk ke dalam masjid kita dapat melihat koleksi perpustakaan Raja Muhammad Yusuf al Ahmadi, yang Dipertuan Muda Riau X, mimbar khotib yang khas serta kitab-kitab kuno dan kitab suci Al-Quran bertulis tangan.
Dibagian atas pulau juga ada tempat bekas berperang disana ada lubang – lubang yang dibuat sebagai benteng ada juga beberapa meriam.
Meriam Bagian Atas pulau

Dan dibagian belakang pulau ada balai adat yang dimana  dibagian bawahnya ada sumber mata air tawar yang dimitoskan bisa buat awet muda katanya si, kalau mau coba airnya biasa dikenakan tarif sebesar 2.000,-/sepuasnya.
Balai Adat

Inikan baru beberapa tempat di Pulau Penyengat bagaimana ke tempat objek wisata lainnya? Tenang, tidak usah khawatir disini disediakan alat transportasi. Sewa motor penduduk sekitar bisa  juga menggunakan "Bentor" sebutan untuk kendaraan Becak Bermotor kedua  transportasi ini saja yang dapat mengelilingi pulau ini . Mengingat Pulau 
Penyengat ukuran pulaunya kecil.
Berwisata ke Pulau Penyengat tidak perlu biaya yang mahal kok... Kebetulan, liburan tahun lalu saya ke objek wisata yang satu ini. Ceritanya liburan ke rumah saudara yang di “ Tanjung Pinang ”, Dengan rute perjalanan dari Batam ke Kota Tanjung Pinang dengan memakai speed boat kurang lebih lebih 1 jam perjalanan dengan tarif 55.000,-/orang. Kebetulan saya disana menginap di hotel dekat dermaga penyeberangan Pulau Penyengat dengan harga 100.000,-/malam. Untuk ke sampai ke Pulau Penyengat memakai perahu pongpong dengan ongkos 10.000,-/orang pulang-pergi. Sampai di Pulau Penyengat, berjejer kios atau warung yang menjajakan dagangannya oleh-oleh khas Pulau Penyengat. Dan untuk menikmati obyek wisata secara keseluruhan di pulau ini pakai saja jasa becak motor yang siap mengantar anda keliling pulau dengan tarif 20.000.-/bentor yang muat 2 penumpang kalau tidak sewa motor penduduk situ juga bisa

Becak Motor
Oke, cukup kali ya... cerita dikit tentang objek wisata Pulau Penyengat. Tidak hanya berwisata biasa tapi luar biasa dan kita disana dapat pengetahuan baru tentang sejarah pulau ini. Bahkan, Pulau Penyengat dan Komplek istana di Pulau Penyengat telah di calonkan ke UNESCO untuk di jadikan salah satu Situs Warisan Dunia.
Bangga ngak tuh... objek wisata dalam negeri masuk dalam Situs Warisan Dunia .

Sedikit oleh-oleh dari Pulau Penyengat...